wordpress yang baru

lama tak menengok blog saya yg ini, melihat-lihat dashboard, makin banyak perubahan yang tampaknya semakin keren memang. ada tab notification segala pula, keren ini keren.

jadi tahu kalau ada yang barusan follow blog kita, tepatnya blog saya, lebih persisnya blog-blog saya :|  ya karena ada beberapa blog yang saya bikin pake akun ini.

saya jadi teringat dengan blog yang isinya lebih banyak flashfiiction, itu dulu pas ikutan #15hariFF kalo gak salah, terharu karena ada aja masih yang membaca isinya,  jadi pengen ngisi dengan FF alias flashfiction lagi euy. *menyiapkan draft*

Kesaktian Memory Fox

Paket data internet, kalo udah habis jatahnya, ya udah merangkak tertatih-tatih jalannya.   Seret, bisa ngebuka satu tab aja perjuangannya luar biasa.  Kemarin malah cuma bisa buka twitter, itu pun dalam mode mobile.

Kemudian saya ingat kalau saya pernah menginstal add-ons bernama Memory Fox di browser Mozilla Firefox yang biasa saya gunakan, add-ons ini diinstal karena pernah browsing dan nemu dimana gitu , lupa. Mungkin disana atau disitu kali ya.

Katanya sih bagus lah buat mempercepat browsing di Firefox.  Jadilah saya aktifkan add-ons Memory Fox yang lama nganggur karena rupanya kurang tau pasti fungsinya :|

ternyata oh ternyata, berpengaruh secara signifikan.  Walaupun kecepatan koneksi skarang rata-rata cuma 60 Kbps *memprihatinkan ya*.  Tapi anehnya masih bisa membuka email, blog, twitter plus posting.

Jadi sungguh, add-ons ini patut dicoba bagi penggemas setia rubah api. :D

Instagram yang menyebalkan

Para pemilik iphone boleh kecewa karena eksklusivitas instagram akhirnya bisa digunakan oleh pengguna android, yang mana salah satunya saya, yang akhirnya rada mangkel.

Mangkel karena rupanya aplikasi foto dengan berbagai filter menarik itu haruslah didukung oleh koneksi internet yang mumpuni.  Saya tak tahu persis seperti itukah jika digunakan pada perangkat berbasis iOS.

Yang saya rasa, terakhir tadi pagi, saat mau aplot foto, loadingnya luar biasa.. luar biasa lelet sampai-sampai berapa jam tak jua jadi kenyataan.  Jaringan yang terbatas pada edge hingga akhirnya menemukan hsdpa tak juga berpengaruh signifikan.

Bagian menyebalkannya adalah, proses loading itu tak jua terhenti, padahal aplikasi sudah distop via seting aplikasi.  hal itu baru berhenti saat aplikasi dipaksa berhenti via perintah end task dengan menggunakan advanced task manager.  Hedeh sekali.

Jadi,adalah ajaib karena biasanya kalau gagal aplot, muncul kata : failed.  Kebalikan kata : done ! jika berhasil.  Tapi itu tidak, seakan-akan hang, seakan-akan digantung, tak ada keputusan, terombang-ambing, tak ada kepastian,  coba hati siapa yang tak resah *halagh*

Tapi, saya belum ikutan ngambek semacam vice president apple disonoh, kok.  Masih ingin pamer jempol kaki saya di kala nanti sudah bisa aplot foto dengan lancar jaya lagi. Eh atau mungkin saatnya di apgret ya ? Mbuh ah ntar ae.

Dan ah ya kmaren saya sedemikian rupanya, sampai membeli jelly lens, untuk foto makro dan fish eye.   Harganya 20 ribu, beli di kaskus, hasil untuk foto makronya lumayan juga tuh.  Untuk yang suka make aplikasi instagram patut dicoba tuh buat me-narsis-kan hasil fotonya.  Inih nih hasil makro pake jelly lens..

jelly lens sendiri berbahan plastik, mungkin dikasih nama jelly karena perekat yang digunakan untuk menempelkan lensa ke body hape yang berbentuk jelly.

Ya hasilnya lumayan lah buat sekedar pamer foto hape yang rada beda :mrgreen:

Lagu itu ! Jangan dengarkan pas sendirian !

Saya sebenarnya sudah pernah membaca tentang lagu ini di blognya Amed, tapi sekalipun tidak ngeh, tidak juga pernah mendengar lagu ini, versi aslinya maupun versi covernya ang manapun.  Selain males memutar video yutub yang terlampir dipostingan itu, berat euy buat koneksi pas-pasan disini.

Dan tadi malam, iya tadi malam.  Saya nonton Indonesian Idol, dan menyaksikan seorang Regina menyanyikan lagu itu, dan mata saya berkaca-kaca saja gitu.  *untung nontonnya sendirian* #eh

Padahal liriknya say tidak hapal, dan belum ngeh akan isi lagu itu apa.  Tapi, ya sesuai judul di atas, jangan dengarkan lagu itu pas sendirian, berbahaya .
:|

2X Battery (Saver for Android)

Semenjak penasaran dengan gadget berbasis android, dan lalu berkesempatan menguatk atiknya.  Jadilah berbagai aplikasi dicoba, dari aplikasi foto, social media, launcher, dan berbagai aplikasi lainnya.

Yang pasti dirasakan semua pengguna android adalah konsumsi battery yang lumayan boros, apalagi jika menggunakan gadget dengan layar lumayan besar.

Salah satu cra menghemat battery adalah dengan menggunakan aplikasi semacam task killer, yang fungsinya mematikan aplikasi-aplikasi yang tak diperlukan sehingga bisa menghemat daya baterry.  Saya pernah menggunakannya, lalu akhirnya di unistall, karena kadang rada ribet, harus mematikan aplikasi secara manual.

Lalu menggunakan  NQ Antivirus, yang include aplikasi untuk optimize.  Jika diklik, kurang lebih seperti task killer, mematikan running program yang tak digunakan.  Tapi saya pun uninstall akhirnya.

Sampai kemudian saya mencoba aplikasi 2X Battery, dan tampaknya aplikasi ini terbukti memuaskan adanya.   Ace yang saya pakai sukses bertahan lama, lupa mencatat seberapa lama.  Optimasi battery pun otomatis, tanpa harus klik sana sini, sehabis diinstal yasudah biarkan aplikasi memanage secara auto.  Kelebihannya terutama mengelola koneksi saat handset dalam keadaan standby.

Aplikasi ini juga include battery indicator yang defaultnya nongol disisi kiri atas.  Disitu juga bisa dilihat estimasi sampai kapan battery bertahan (estimated empty battery time), juga battery health status, voltage, temperature.

Jika tertarik, silakandonlot dan instal di pagenya di google.play,
*gambar di atas itu juga nyomot disitu, karena tadi masih kesulitan menggunakan sceen capture
:|

Sotoji : Soto Jamur Instan (+ modifikasi)

Beberapa minggu yang lalu saya jalan-jalan ke blognya mbak Desty dan menemukan postingan tentang Sotoji, dan itu kelihatannya adalah makanan yang enak.  Yang bikin penasaran, katanya produk ini belum tersedia di pasaran, hanya bisa dipesan lewat web-nya.  Tetapi menariknya untuk mencobanya kita akan dikirim beberapa bungkus  Sotoji untuk dicoba, dan gratis.

Akhirnya saya pun menuju ke link yang ternyata adalah web deblogger yang sedang mengadakan lomba blog Sotoji.  Mengisi form yang disediakan, dan voila ! Beberapa hari kemudian sampai paket ke rumah saya, berisi tiga bungkus Sotoji yang terbungkus rapi.

Kemasannya lumayan menarik, warnanya hijau menjanjikan.  Saya pun langsung melihat bagian belakangnya, dimana tertera kandungan nilai gizi dan komposisi  Sotoji itu sendiri, bagian menarik yang merupakan ciri khasnya tentu saja adalah Jamur tiram goreng, yang belum pernah saya temukan di kemasan makanan instan lainnya.

Bungkusnya pun dibuka, dan isinya seperti halnya makanan instan biasanya, adalah bungkusan-bungkusan kecil berisi bumbu, minyak sayur, kemudian yang beda sendiri adalah bungkusan yang rada besar berisi potongan-potongan jamur tiram.  Plus bahan utamanya, yaitu semacam bihun.

Kemudian saya pun langsung penasaran ingin mencobanya, waktu itu saya mencoba sesuai  dengan prosedur memasak yang tertera di situ.  Namanya juga soto, tentunya disajikan dalam keadaan berkuah.  Rasanya ya unik, seperti soto.  Tapi ada sensasi tambahan berupa jamur tiram goreng yang terasa kenyal.  Bumbunya terasa pas untuk soto instan.

Nah, beberapa jam yang lalu, pas sore tadi, teringat ada masih satu bungkus Sotoji , maka timbullah niat iseng.  Bagaimana kalau Sotoji itu dibikin ala mie goreng, ya tanpa kuah.   Mengolahnya sih seperti biasa, bihun dan jamur goreng direbus langsung di atas panci, tak menggunakan air panas, karena saya biasa memasak mie instan dengan cara begitu, rasanya lebih enak daripada memakai air panas saja.

Kemudian sambil menunggu bihunnya matang, bumbu,minyak dan serbuk cabe saya siapkan di mangkok.  Oh ya karena ini mau bikin soto goreng, maka bumbunya saya pakai cuma setengahnya saja.  Walaupun kebiasaan saya membuat mi instan, tak pernah menggunakan bumbunya semuanya paling banyak saya pakai seperempatnya saja, menurut pengalaman saya sih segitu adalah jumlah yang pas.

Setelah bihunnya matang, langsung saja dicampur dengan campuran bumbu yang sudah menunggu dengan sabar di mangkok.  Mengaduknya sampai rata.  Jadi deh.

Kemudian menikmatinya dengan nasi dan telor ceplok yang saya siapkan kemudian.  Ya ya saya biasanya memakan makanan instan dengan nasi dan telor, rasanya kurang lengkap tanpa dua partikel itu.  Sungguh Indonesia sekali, kan :D

Tapi itu pun belum cukup, saya lari ke warung depan.  Membeli kerupuk sebagai pelengkap makanan istimewa sore ini.  Dan  Sotoji goreng pun tandas dalam beberapa menit.

Saya sedikit usul sama produsen  Sotoji ini.  Kalau bisa bikin dong varian gorengnya, jadi nggak Cuma Sotoji kuah saja.   Soal nama mah mungkin cuma dimodif dikit, macam Soreji alias Soto goreng jamur instan *ya ide nama yang aneh, tapi siapa tau itu nama yang hoki *halagh

—–

*postingan ini dikutsertakan dalam lomba blog Sotoji,yang diselenggarakan oleh :