Beberapa minggu yang lalu saya jalan-jalan ke blognya mbak Desty dan menemukan postingan tentang Sotoji, dan itu kelihatannya adalah makanan yang enak. Yang bikin penasaran, katanya produk ini belum tersedia di pasaran, hanya bisa dipesan lewat web-nya. Tetapi menariknya untuk mencobanya kita akan dikirim beberapa bungkus Sotoji untuk dicoba, dan gratis.
Akhirnya saya pun menuju ke link yang ternyata adalah web deblogger yang sedang mengadakan lomba blog Sotoji. Mengisi form yang disediakan, dan voila ! Beberapa hari kemudian sampai paket ke rumah saya, berisi tiga bungkus Sotoji yang terbungkus rapi.

Kemasannya lumayan menarik, warnanya hijau menjanjikan. Saya pun langsung melihat bagian belakangnya, dimana tertera kandungan nilai gizi dan komposisi Sotoji itu sendiri, bagian menarik yang merupakan ciri khasnya tentu saja adalah Jamur tiram goreng, yang belum pernah saya temukan di kemasan makanan instan lainnya.

Bungkusnya pun dibuka, dan isinya seperti halnya makanan instan biasanya, adalah bungkusan-bungkusan kecil berisi bumbu, minyak sayur, kemudian yang beda sendiri adalah bungkusan yang rada besar berisi potongan-potongan jamur tiram. Plus bahan utamanya, yaitu semacam bihun.
Kemudian saya pun langsung penasaran ingin mencobanya, waktu itu saya mencoba sesuai dengan prosedur memasak yang tertera di situ. Namanya juga soto, tentunya disajikan dalam keadaan berkuah. Rasanya ya unik, seperti soto. Tapi ada sensasi tambahan berupa jamur tiram goreng yang terasa kenyal. Bumbunya terasa pas untuk soto instan.

Nah, beberapa jam yang lalu, pas sore tadi, teringat ada masih satu bungkus Sotoji , maka timbullah niat iseng. Bagaimana kalau Sotoji itu dibikin ala mie goreng, ya tanpa kuah. Mengolahnya sih seperti biasa, bihun dan jamur goreng direbus langsung di atas panci, tak menggunakan air panas, karena saya biasa memasak mie instan dengan cara begitu, rasanya lebih enak daripada memakai air panas saja.
Kemudian sambil menunggu bihunnya matang, bumbu,minyak dan serbuk cabe saya siapkan di mangkok. Oh ya karena ini mau bikin soto goreng, maka bumbunya saya pakai cuma setengahnya saja. Walaupun kebiasaan saya membuat mi instan, tak pernah menggunakan bumbunya semuanya paling banyak saya pakai seperempatnya saja, menurut pengalaman saya sih segitu adalah jumlah yang pas.
Setelah bihunnya matang, langsung saja dicampur dengan campuran bumbu yang sudah menunggu dengan sabar di mangkok. Mengaduknya sampai rata. Jadi deh.
Kemudian menikmatinya dengan nasi dan telor ceplok yang saya siapkan kemudian. Ya ya saya biasanya memakan makanan instan dengan nasi dan telor, rasanya kurang lengkap tanpa dua partikel itu. Sungguh Indonesia sekali, kan
Tapi itu pun belum cukup, saya lari ke warung depan. Membeli kerupuk sebagai pelengkap makanan istimewa sore ini. Dan Sotoji goreng pun tandas dalam beberapa menit.
Saya sedikit usul sama produsen Sotoji ini. Kalau bisa bikin dong varian gorengnya, jadi nggak Cuma Sotoji kuah saja. Soal nama mah mungkin cuma dimodif dikit, macam Soreji alias Soto goreng jamur instan *ya ide nama yang aneh, tapi siapa tau itu nama yang hoki *halagh
—–
*postingan ini dikutsertakan dalam lomba blog Sotoji,yang diselenggarakan oleh :

