ini cuma uneg-uneg abis keliling kota dari kemaren, sepanjang banjarmasin banjarbaru, nyaris tiap tahun tuh , ada aja benda-benda disepanjang jalan yang dihancurkan, lalu ceritanya diganti dengan yang ‘baru’, entah definisi baru yang ini yang bagaimana pula..
yang pertama, median pemisah jalan yang sudah bagus-bagus dibikin, eh dibongkar lagi, tau ntar diganti dengan apa, kayaknya mirip-mirip saja bendanya, terbuat dari semen juga..
trus tugu perempatan kota banjarbaru itu, yang sudah kokoh, dan bagus, malah sekarang dihancur total, rencananya sepertinya diganti dengan tugu yang entah model seperti apa lagi, dan parahnya sekarang, pembanguna tugu pengganti itu mangkrak di tengah jalan, yaa benar-benar di tengah jalan !*skrinsut menyusul aja* yang terlihat sekarang adalah onggokan tanah merah dan pondasi, jadi teringat seperti situs candi yang baru ditemukan ..
lalu yang paling dahsyat adalah tugu selamat dateng kota banjarmasin, yang nekat dibangun sebagia pengganti tugu jukung yang juga sudah diruntuhkan, dan pembangunan tugu itu juga dengan mudahnya menutup sebagian badan sungai, padahal peraturan pemko sendiri tidak memperbolehkan pembangunan apapun di atas sungai yang tinggal seiprit itu, dan seperti biasa, mereka terlalu hebat untuk berkelit dari pertanyaan masyarakat *tentang tugu seharga 6,5 milyar itu*..
arrgghhh. sebenernya apa sih maunya ‘mereka’ ? hobinya sepanjang periode kepemimpinan ngehancurin yang ada dan bikin yang ‘baru, median jalan, tuguuu ah yang kreatif dikit napa ? masa cuma untuk ngehabisin dana proyek milyaran cuma untuk nyemen jalan ?
padahal jalan negara di propinsi ini masih saja rusak berat dan dengan enteng dan angkuhnya dibiarkan dijajah truk pengangkut batubara setiap hari dengan dalih penghasil PAD terbesar daerah ini..
mau gak mau asya jadi teringat dengan kota surabaya dengan tugu pahlawan dan tugu buaya dan ikan hiu yang dari tahun entah dibangunnya ya begitu-begitu saja, dan tetep bagus karena dipelihara..
jogjakarta juga tetap bagus dengan tugu-tugu yang menghiasi perempatannya, jakarta juga gak pernah menghancurkan tugu monas dan tugu selamat dateng dan beberapa tugu-tugu lainnya, juga kota-kota lainya di pulau seberang itu..
kalo cuma untuk mau ‘menancapkan’ memori dan sekedar pembukti nkalo itu adalah hasil pembangunan selama kepemimpinan seseorang, kenapa gak bikin proyek prestisius seperti kebon raya Bogor, yang tetap terjaga sampai sekarang, kota jadi adem, dan ada manfaatnya buat beberapa generasi ke depan..
ayolah, stop ngehancurin yang sudah ada.. cukup jaga dan rawat yang ada, saya rasa itu cukup !
ah mungkin jika tugu monas ada di kota ini, saya gak menjamin akan bertahan lama berdirinya, pasti ada aja yang gatel pengen ngerubuhin dan ngeganti dengan entah





wah….keren postingnya, langsung kena tuh…..
lho kirain udah berangkat ke jkt
namanya juga proyek …
duit is money is everythang!
Maksudnya?
1. “Personalisasi” yang serampangan
Bahwa setiap kepada daerah yang telah terpilih untuk periode tertentu ingin memberikan penanda dan pesan pada publik ‘bahwa aku ada’ dan ‘aku telah bekerja’
2. Simbolisasi
Bahwa penguasa dan bahkan kita sendiri, kerap menyenangi simbolisasi. Wujudnya dalam bentuk bangunan adalah sebuah simbolisasi yang walaupun artifisial tapi monumental.
3. Reduksi makna pembangunan
Karena gambaran pembangunan dalam bentuk statistik layaknya IPM dan lain-lain tidak dimengerti sebagai sebuah hasil pembangunan oleh publik. Bahkan ada pemerintah daerah yang serampangan menyusunnya, sehingga sangat tak layak menjadi sebuah acuan (berdasar pada pengalaman pribadi mengamati & membandingkan LPJ satu pemda selama 3 tahun)
*oh ya, itu sedikit maksudnya menurut diriku sahaje…*
titip uneg-uneg juga
yang gak berubah gak maju, hehehe
Justru itu yang sama mau nanya, soal median jalan dari lepas Banjarbaru ke arah kantornya Om itu, perasaan bongkar pasang terus deh. Ga nyampe dua bulan bongkar, bulan berikutnya pasang baru, bongkar lagi.. Itu pake duit apaan?
Biasa… Proyek baruuu anggaran baru.. hehehe.. Payah…
proyek… proyek….
uih… jogja kesebut
anggaran tahunan daerahnya berlimpah kali ooommm… jadi pemerintahnya “merasa” perlu untuk menhabiskannya ke hal2 yg ga perlu
selaen masuk ke kantong sendiri
Om…
ke Jakarta bukan dalam rangka memindah monas untuk dirubah juga kan?
Gak suka perubahan ya kang?
Emang kayaknya proyek mubazir di tengah2 kehidupan yg makin sulit sekarang ini
proyek mempercantik kota…
maksudnya sih mungkin baik yah..agar tata letak kota terlihat lebih ok dan cantik..tapi ternyata kadang pembangunannya sendiri tidak sesuai dengan prosedur dan tidak memperhatikan dampak dari lingkungan sekitarnya..sehingga menyebabkan lingkungan sekitar tercemar..:)
betul kata teman2 diatas..proyek baru..anggaran baru..dan pemasukan baru..:)..
he
SLAMAT MEMASUKI BULAN PUASA BRO..
MOON MAAP LAHER BATEN..
NE..?
JAGA KESEHATAN,..
salam.. http://galeter.wordpress.com
hah? proyek mindahin monas ke bali kah?
hoho.. kan sudah ada bajetnya mas. jadi sayang kan kalau ditelantarkan ?:)
huhuhu…jd kangen ke banjar
akiuw mampir juga lhhooo
ada rencana buat jadi gubernur? saya ikut dukung!!
banyak proyek banyak duit lah
Koq persis kayak anak kecil yang ngeliat mainan agak rusak dikit trus dengan rasa sok superheronya malah berani-berani buka tuh mainan dan dibongkar semua sampai jadi kepingan, habis itu bingung mau balikinnya gimana lagi. Udah ga sanggup mengembalikan paling tidak seperti rusak awal, malah tambah parah.
Masak pejabat kita kayak anak kecil yang suka kurang kerjaan, atau mungkin developernya yang diserahi amanah ga kompeten. Atau mungkin juga dua-duanya, pejabat dan developernya ga beres.
Sedih, kalo liat wajah KalSel saat ini.
mari kita sama-sama memanjatkan doa agar banua kita ini diberi rahmat dari Tuhan karena mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan sembari berusaha membenahi apa yang ada disekitar kita, pelan tapi pasti, kita kayuh baimbai membangun banua